MASYARAKAT
PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
Disusun oleh :
Nama :
Fahmi
NPM : 53413068
Kelas : 1 IA 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Banyak
alasan pentingnya membicarakan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Selain
belum ada kesempatan umum tentang keberadaan masyarakat desa sebagai suatu
pengertian yang baku,juga kalau dikaitkan dengan pembangunan yang orientasinya
banyak dicurahkan kepedesaan, maka pedesaan memiliki arti tersendiri dalam
kajian struktur,sosial atau kehidupanya.Dalam keadaan desa yang
“sebenarnya”,desa masih dianggap sebagai standard an pemelihara system
kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong menolong, keguyuban,
persaudaraan, gotong-royong, kesenian, kepribadian dalam berpakaian,
adat-istiadat ,kehidupan moral-susila,dan lain-lain.
Orang
kota membayangkan bahwa desa ini merupakan tempat orang bergaul dengan rukun,
tenang, selaras, dan akur. Akan tetapi justru dengan berdekatan, mudah terjadi
konflik atau persaingan yang bersumber dari peristiwa kehidupan sehari-hari,
hal tanah, gengsi, perkawinan, perbedaan antara kaum muda dan tua serta antara
pria dan wanita. Bayangan bahwa desa tempat ketentraman pada konstelasi
tertentu ada benarnya, akan tetapi yang nampak justru bekerja keraslah yang
merupakan syarat pokok agar dapat hidup di desa.
Demikian
pula dalam konteks pembangunan desa (pertanian),semula orang beranggapan bahwa
masyarakat pertanian mangalami involusi (kemunduran) pertanian yang berjalan
dalam proses kemiskinan dan apapun teknologi dan kelembagaan modern yang masuk
ke pedesaan akan sia-sia.Pernyataan-pernyataan sumbang inilah yang ingin kami
bahas dalam makalah yang ringkas dan singkat ini,yang mana adanya kontroversi
kesan atau pendapat ini mungkin lebih tepat apabila dihubungkan dengan berbagai
gejala sosial seperti konsep-konsep perubahan sosial atau kebudayaan.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
uraian latar belakang di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam
makalah ini seperti:
- Apakah Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan itu?
2. Apa Perbedaan Pedesaan dan
Perkotaan?
3. Bagaimana Interaksi Pedesaan dan Perkotaan?
4. Apa Hubungan Pedesaan dan Perkotaan?
5. Sebutkan Masalah Sosial?
6. Bagaimana Solusi Masalah Sosial?
1.3
Maksud dan
Tujuan
Maksud
dan tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk :
·
Mengetahui tentang Masyarakat Perkotaan
dan Pedesaan
·
Memahami Perbedaan Pedesaan dan
Perkotaan
·
Mengerti Interaksi Pedesaan dan
Perkotaan
·
Mengetahui Hubungan Pedesaan dan
Perkotaan
·
Menyebutkan Masalah Sosial
·
Menjelaskan Solusi Masalah Sosial
·
Serta untuk melengkapi tugas Ilmu Sosial
Dasar Penulis
1.4
Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam
penulisan makalah ini adalah menggunakan metode pustaka yaitu penulis
menggunakan media pustaka dalam penyusunan makalah ini.
BAB II
ISI
2.1 TEORI
Masyarakat
Perkotaan
Beberapa
definisi (secara etimologis) “kota”dalam bahasa lain yang agak tepat
dengan pengertian ini, seperti dalam bahasa Cina, kota artinya dinding dan
dalam bahasa Belanda kuno, tuiin bisa berarti pagar. Jadi dengan demikian kota
adalah batas.
Kota
adalah suatu ciptaan peradaban budaya umat manusia.
Kota sebagai hasil dari peradaban yang lahir dari pedesaan, tetapi kota berbeda dengan pedesaan.
Kota sebagai hasil dari peradaban yang lahir dari pedesaan, tetapi kota berbeda dengan pedesaan.
Masyarakat
kota adalah suatu kelompok teritorial di mana penduduknya menyelenggarakan
kegiatan-kegiatan hidup sepenuhnya, dan juga merupakan suatu kelompok
terorganisasi yang tinggal secara kompak di wilayah tertentu dan memiliki
derajat interkomuniti yang tinggi. Masyarakat perkotaan sering disebut urban
community
Permasalahan
di kota adalah pengangguran, rawan pangan, rawan moral dan lingkungan.
A. Ada
beberapa ciri yang menonjol pada
masyarakat kota yaitu:
1.
Kehidupan
keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di
desa.
2.
Orang
kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung
pada orang lain.
3.
Pembagian
kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-
batas yang
nyata.
4.
Kemungkinan-kemungkinan
untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak
diperoleh warga
kota daripada warga desa.
5.
Jalan
pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan,
menyebabkan
bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan
daripada faktor pribadi.
6.
Perubahan-perubahan
sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab masyarakat kota
biasanya lebih
terbuka dalam menerima hal-hal baru.
B. Perkembangan
kota
Merupakan
manifestasi dari pola-pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik.
Kesemuanya akan tercermin dalam komponen-komponen yang membentuk stuktur kota
tersebut. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan seyogyanya
mengandung 5 unsur yang meliputi :
1.
Wisma
: unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan
untuk tempat berlindung terhadap alam
sekelilingnya, serta untuk melangsungkan
kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga.
2.
Karya
: unsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu
kota, karena unsur ini merupakan jaminan
bagi kehidupan bermasyarakat.
3.
Marga
: unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk
menyelenggarakan hubungan antara suatu
tempat dengan tempat lainnya didalam
kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
4.
Suka
:
unsur ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk
memenuhi kebutuhan penduduk akan
fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
5.
Penyempurna : unsur ini merupakan bagian yang penting
bagi suatu kota,
tetapi belum secara tepat tercakup ke
dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias
keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.
C. Permasalahan di kota antara lain:
1. konflik (pertengkaran)
2. kontroversi (pertentangan)
3. kompetisi (persaingan)
4. kegiatan pada masyarakat pedesaan
5. sistem nilai budaya
Masyarakat
Pedesaan
Desa
adalah suatu perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, dan
kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara
timbal balik dengan daerah lain, sedangkan masyarakat pedesaan ditandai dengan
pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan
setiap warga atau anggota masyarakat yang amat kuat yang hakikatnya, bahwa
seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat
di mana ia hidup dicintai serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban
setiap waktu demi masyarakat atau anggota masyarakat.
1. Afektifitas ada
hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan
kemesraan.
Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati
terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa
pamrih.
2. Orientasi
kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka
mementingkan
kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang
berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
3. Partikularisme
pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan
keberlakuan
khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan
kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu
saja.(lawannya Universalisme)
4. Askripsi yaitu
berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh
berdasarkan
suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah
merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
5. Kekabaran
(diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara
pribadi tanpa
ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan
bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut
(pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni
masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.
B. Gejala Masyarakat Pedesaan
1. Konflik (Pertengkaran)
Ramalan
orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis
itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat
pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka
yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan
hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga
kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak
dan sering terjadi.
Pertengkaran-pertengkaran
yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering
menjalar ke luar rumah tangga. Sedang sumber banyak pertengkaran itu
rupa-rupanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan
sebagainya.
2. Kontraversi (pertentangan)
Pertentangan
ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat),
psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli
hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut
kebiasaan masyarakat.
3. Kompetisi (Persiapan)
Sesuai
dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai
sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan
manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa
positif dan bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan
usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi atau output (hasil). Sebaliknya
yang negatif bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau
berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal
ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat.
4. Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan
Masyarakat
pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja
keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah
masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan
tetapi kenyataannya adalah sebaliknya. Jadi apabila orang berpendapat bahwa
orang desa didorong untuk bekerja lebih keras, maka hal ini tidaklah mendapat
sambutan yang sangat dari para ahli. Karena pada umumnya masyarakat sudah
bekerja keras.
5. Lemahnya Posisi Sumber Daya Alam
Lemahnya
posisi sumber daya manusia di pedesaan, kurangnya penguasaan teknologi,
lemahnya infrastruktur dan lemahnya aspek kelembagaan, termasuk budaya, sikap,
dan motivasi.
Perbedaan antara
desa dan kota
Dalam
masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural
community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Kita dapat membedakan antara
masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik
tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi
sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan
kadang-kadang dikatakan "berlawanan" pula. Perbedaan ciri antara
kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972)
sebagai berikut:
Masyarakat Pedesaan
|
Masyarakat Kota
|
Perilaku homogen
Perilaku yang dilandasi oleh konsep
kekeluargaan dan kebersamaan
Perilaku yang berorientasi pada
tradisi dan status
Isolasi sosial, sehingga statik
Kesatuan dan keutuhan kultural
Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
Kolektivisme
|
Perilaku heterogen
Perilaku yang dilandasi oleh konsep
pengandalan diri dan kelembagaan
Perilaku yang berorientasi pada
rasionalitas dan fungsi
Mobilitas sosial, sehingga dinamik
Kebauran dan diversifikasi kultural
Birokrasi fungsional dan nilai-nilai
sekular
Individualisme
|
2.3 Interaksi Desa dan Kota
1.
Interaksi sosial dapat terjadi karena adanya kontak
sosial dan komunikasi.
· Pola interaksi
sosial pada masyarakat ditentukan oleh struktur sosial masyarakat yang
bersangkutan.
·
Pola
interaksi masyarakat pedesaan adalah dengan prinsip kerukunan, sedang
masyarakat
perkotaan lebih ke motif ekonomi, politik, pendidikan, dan kadang
hierarki.
·
Pola
interaksi masyarakat pedesaan bersifat horisontal, sedangkan masyarakat
perkotaan
vertikal.
·
Pola
interaksi masyarakat kota adalah individual, sedangkan masyarakat desa adalah
kebersamaan.
·
Pola
solidaritas sosial masyarakat pedesaan timbul karena adanya kesamaan-
kesamaan
kemasyarakatan, sedangkan masyarakat kota terbentuk karena adanya
perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat.
2. Pengaruh kota terhadap desa :
·
kota
menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan desa
·
menyediakan
tenaga kerja bidang jasa
·
memproduksi
hasil pertanian desa
·
penyedia
fasilitas-fasilitas pendidikan, kesehatan, perdagangan, rekreasi
·
andil
dalam terkikisnya budaya desa
3. Pengaruh desa terhadap kota :
·
penyedia
tenaga kerja kasar
·
penyedia
bahan-bahan kebutuhan kota
·
penyedia
ruang (space)
Hubungan desa
dan kota
Masyarakat
pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu
sama lain. Bahkan terdapat hubungan uang erat, bersifat ketergantungan, karena
saling membutuhkan. Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan
bahan-bahan pangan, desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan
tertentu di kota. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yg juga
diperlukan oleh orang desa, kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani
bidang-bidang jasa yg dibutuhkan oleh orang desa.
2.2 PEMBAHASAN
Mengidentifikasi Masalah
Sosial
Masalah sosial merupakan permasalahan
yang terjadi di masyarakat. Masalah sosial merupakan suatu keadaan di
masyarakat yang tidak normal atau tidak semestinya. Masalah sosial dapat
terjadi pada masyarakat di pedesaan maupun di perkotaan. Keadaan masyarakat di
pedesaan dan di perkotaan tentu berbeda. Pada umumnya masyarakat pedesaan masih
memegang erat nilai-nilai kerukunan, kebersamaan dan kepedulian. Sehingga tidak
heran sering kita jumpai adanya kerja bakti, saling memberi dan menolong.
Sedangkan masyarakat di kota hidup dalam suasana egois, individu
(sendiri-sendiri), kurang akrab serta kurang rukun. Kehidupan semacam ini
sebenarnya merupakan salah satu masalah sosial di wilayah tersebut. Saat ini di
negara kita masih banyak kita jumpai permasalahan sosial, antara lain sebagai
berikut:
1.
Kebodohan
Salah
satu akibat bila kita bodoh adalah mudah diperalat orang lain. Kita juga akan
sulit meraih cita-cita yang tinggi. Kebodohan terjadi karena tidak memiliki
pendidikan atau pendidikannya rendah. Di negara kita ternyata masih banyak
orang yang pendidikannya rendah bahkan tidak pernah sekolah sama sekali. Masih
ada orang yang tidak bisa membaca atau buta huruf. Hal ini antara lain
disebabkan oleh kemalasan, biaya pendidikan yang tinggi dan tidak meratanya
pendidikan di Indonesia.
2.
Pengangguran
Pengangguran
adalah orang dewasa yang tidak bekerja dan tidak mendapatkan penghasilan.
Jumlah pengangguran semakin banyak karena jumlah lulusan sekolah lebih banyak
dari pada jumlah lapangan pekerjaan. Selain itu para pengusaha dihadapkan pada
persoalan kenaikan tarif listrik dan harga bahan bakar minyak yang mahal. Hal
itu menyebabkan banyaknya perusahaan yang tutup dan bangkrut, atau setidaknya
mengurangi jumlah karyawannya. Itulah sebabnya pengangguran dapat menimbulkan
permasalahan sosial lainnya. Seperti kemiskinan, kejahatan, perjudian,
kelaparan, kurang gizi bahkan meningkatnya angka bunuh diri.
3.
Kemiskinan
Semakin
banyak dan semakin lama orang menganggur menyebabkan kemiskinan. Orang yang
miskin tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya seperti pangan, sandang dan
papan. Kemiskinan dapat menyebabkan berbagai permasalahan sosial yang lain,
seperti kejahatan, kelaparan, putus sekolah, kurang gizi, rentan penyakit dan
stress. Kemiskinan bisa disebabkan oleh dua hal. Yakni dari dalam diri
seseorang (internal) dan faktor dari luar (eksternal). Faktor internal antara
lain karena pendidikan yang rendah, tidak memiliki keterampilan dan karena
sifat malas. Sedangkan faktor eksternal antara lain disebabkan oleh kondisi
ekonomi negara yang buruk, harga melambung tinggi dan kurangnya perhatian
pemerintah.
4.
Kejahatan
Kejahatan
sering disebut sebagai tindak kriminal atau perbuatan yang melanggar hukum.
Pengangguran dan kemiskinan dapat menyebabkan tindak kejahatan. Jika tidak
dilandasi keimanan dan akal sehat, penganggur mengambil jalan pintas untuk
mengatasi kemiskinannya. Banyak cara keliru yang dijalani misalnya melakukan
judi, penipuan, pencurian, pencopetan, perampokan hingga pada pembunuhan. Yang
stress dan tidak kuat bisa kemudian minum-minuman keras atau memakai narkoba.
Namun ternyata kejahatan tidak hanya karena miskin. Banyak orang yang
sebenarnya sudah mapan hidupnya melakukan kejahatan.
5.
Pertikaian
Pertikaian
bisa disebabkan karena salah paham, emosi yang tidak terkendali atau karena
memperebutkan sesuatu. Sesuatu yang diperebutkan dapat berupa suatu prinsip,
seseorang atau suatu barang. Pertikaian dapat terjadi di dalam suatu keluarga
atau di masyarakat. Pertikaian yang tidak segera diselesaikan bisa berakibat
fatal. Suatu pertikaian bahkan dapat menimbulkan korban jiwa.
6.
Kenakalan
remaja
Kebut-kebutan
bagi mereka sendiri sangat berbahaya yakni dapat menimbulkan kecelakaan. Di
samping itu juga mengganggu dan membahayakan orang lain. Kenakalan remaja dapat
berbentuk lain seperti coret-coret dinding di jalan, minum-minuman keras,
berdandan yang tidak semestinya ataupun menggunakan narkoba. Penyebab kenakalan
remaja antara lain sebagai berikut :
a. Kurangnya perhatian dari orang tua
b. Pengaruh lingkungan pergaulan
c. Kurang mantapnya kepribadian diri
d. Jauh dari kehidupan beragama
Solusi Masalah
Sosial
Mengatasi
masalah sosial bukanlah perkara yang mudah. Berikut ini beberapa contoh upaya
yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial:
1. Pemberian kartu askes
Kartu
Askes (Asuransi Kesehatan) diberikan kepada keluarga miskin. Kartu Askes kadang
disebut Askeskin (Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin). Dengan kartu Askes,
keluarga miskin dapat berobat di rumah sakit yang ditunjuk dengan biaya ringan
atau gratis.
2. Pemberian beras untuk masyarakat
miskin (Raskin)
Raskin
merupakan program pemberian bantuan pangan dari pemerintah berupa beras dengan
harga yang sangat murah. Dengan raskin diharapkan masyarakat yang termasuk
keluarga miskin dapat memenuhi kebutuhan pangannya.
3. Pemberian Bantuan Operasional Sekolah
(BOS)
BOS
diberikan kepada siswa-siswi sekolah mulai dari sekolah dasar sampai tingkat
SLTA. Tujuannya untuk meringankan biaya pendidikan. Sekarang juga sudah
dilakukan program BOS buku. Yakni program penyediaan buku pelajaran bagi siswa
sekolah. Dengan BOS buku diharapkan orang tua tidak lagi dibebani biaya membeli
buku pelajaran untuk anaknya yang sekolah.
4. Sekolah terbuka
Sekolah
terbuka merupakan sekolah yang waktu belajarnya tidak terlalu padat dan
terikat. Sekolah terbuka diperuntukkan bagai siswa yang kurang mampu. Dengan
sekolah terbuka siswanya dapat sekolah meskipun sudah bekerja.
5. Program pendidikan luar sekolah
Pendidikan
luar sekolah biasanya berupa kursus-kursus seperti menjahit, perbengkelan
ataupun komputer. Pemerintah mengadakan program pendidikan luar sekolah agar
anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah dapat tetap memiliki ilmu dan
ketrampilan.
6. Pemberian Bantuan Tunai Langsung (BTL)
BTL
diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak berpenghasilan. BTL merupakan
dana kompensasi/pengganti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
7. Pemberian bantuan modal usaha
Bantuan
modal usaha diberikan kepada masyarakat miskin yang akan mengembangkan atau
memulai suatu usaha. Biasanya untuk usaha kecil dan menengah. Bantuan modal
usaha ini adalah dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.
8. Mengontrol jumlah dan pertumbuhan penduduk
Untuk
mengontrol jumlah dan pertumbuhan penduduk salah satunya yaitu dengan program
Keluarga Berencana (KB) dengan semboyan dua anak saja cukup, dengan demikian
diharapkan setiap anak yang lahir akan bisa terurus dengan baik karena jumlah
anak yang dilahirkan tidak banyak.
9. Pemerataan persebaran penduduk.
Pemerataan
penduduk sebenarnya sudah dilakukan sejak zaman belanda yaitu dengan mengirim
penduduk pulau jawa ke sumatra, kalimantan dan pulau-pulau yang lain untuk
menjadi pekerja. Hal seperti ini dilanjutkan pada masa orde baru dengan nama
transmigrasi, ada banyak perbedaan antara masa belanda dengan masa orde baru,
pada masa orde baru orang yang mau transmigrasi di beri tanah, rumah, di jatah
bahan makanan dalam kurun waktu tertentu. Transmigrasi dilakukan untuk
mengurangi kepadatan penduduk dan memberikan peluang usaha serta pekerjaan bagi
masyarakat.
10. Peningkatan pelayanan kesehatan.
Kesehatan
adalah modal utama manusia dalam berdaya upaya, oleh karena itu kesehatan
sangat penting dan karena pentingnya tersebut pemerintah mencanangkan makanan 4
sehat 5 sempurna dan posyandu-posyandu di desa-desa.
11. Peningkatan pelayanan pendidikan.
Pemerintah
sudah berupaya keras untuk meningkatkan pendidikan di indonesia yaitu dengan
memberikan bantuan kepada setiap sekolah dan siswanya. Serta diselenggarakannya
SMP dan SMA terbuka yang di khususkan untuk mereka yang tidak mampu, sekarang
pemerintah mencanangkan program WAJAR (wajib belajar).
BAB
III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Masyarakat pedesaan adalah sekelompok
orang yang hidup bersama dan bekerjasama yang berhubungan secara erat tahan
lama dengan sifat-sifat yang hamper sama (homogen) disuatu daerah atau wilayah
tertentu dengan bermata pencaharian dari sektor pertanian (agraris). Sedangkan
masyarakat kota ialah masyarakat yang tinggal di tengah-tengah kota, gaya hidup
individual, jalan pikiran yang rasional dan tidak terikat oleh adat atau norma
tertentu
Meskipun banyak sekali perbedaan
antara masyarakat desa dan kota, namun diantara kedua komponen tersebut
memiliki hubungan yang signifikan, artinya kehidupan perekonomian di kota tidak
akan berjalan dengan baik apabila tidak ada pasokan tenaga atau barang dari
desa, begitu juga sebaliknya.
3.2 Daftar Pustaka
Daftar Pusaka / Sumber
Katuuk , Neltje F, Harwatiyoko.
1997. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta : Gunadarma
No comments:
Post a Comment