-->

Saturday, October 26, 2013

fahmi
Founder dari maximize.id

PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN

PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN

















Disusun oleh      :

Nama              :       Fahmi
NPM              :       53413068
Kelas               :       1 IA 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1       Latar belakang.
Dengan  pertumbuhan penduduk yang makin cepat serta penyebaran penduduk yang tidak merata, membuat berbagai daerah yang berada di Indonesia tidak stabil akan jumlah penduduk serta lahan tempat tinggal. Salah satu contohnya di Ibu Kota nya sendiri yaitu DKI Jakata.
Di Indonesia masih sangat tinggi sekali tingkat perpindahan penduduk dari desa ke kota yang dapat di sebut urbanisasi. DKI Jakarta menjadi salah satu tujuan dari perpindahan tersebut guna peningkatan perekonomian pribadi. Masyarakat desa pun berfikir bahwa di Ibu Kota, mereka akan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang besar.
Tanpa memikirkan kuota lapangan pekerjaan serta seluk beluk Ibu kota dan mereka pun ingin suatu perubahan untuk dirinya tetapi tanpa memikirkan nilai nilai kebudayaan , mereka pun banyak yang menginginkan perubahan nasib dengan banting tulang di Ibu Kota. Padahal mereka dapat membuat kepadatan di Ibu Kota dan tingginya tingkat pengangguran karena ketatnya persaingan dunia kerja di Ibu Kota, serta mereka tidak dapat melestarikan kebudayaan dari daerah masing masing kepada keturunannya yang di sebabkan oleh perpindahan penduduk dari desa ke kota yang di nilai tidak efektif ini.
Berdasarkan kondisi dan keadaan tersebut, penulis menyusun karya tulis ini agar dapat memberikan informasi mengenai kondisi dan dampak serta pendapat penulis guna untuk menyumbangkan ide dan pemikiran untuk perbaikan dari kondisi di Ibu kota yang tidak stabil akibat tidak meratanya jumlah penduduk dan tingginya tingkat perpindahan penduduk dari desa ke kota yang membuat banyak dampak negatif dari segi lingkungan masyarakat, penduduk serta kebudayaan.

1.2       Batasan masalah
Didalam pembuatan karya tulis ini, penulis akan membahas mengenai permasalahan tentang penduduk, masyarakat, dan kebudayaan serta penyebab, dampak dan akibat dari perpindahan penduduk yang tidak merata. Penulis akan membahas mengenai beberapa hal, yaitu :
a.       Definisi Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan
b.      Permasalahan Penduduk
c.       Unsur Kebudayaan
d.      Permasalahan dari Penduduk, Masyarakat,dan Kebudayaan
e.       Faktor Terjadinya Urbanisasi
f.       Dampak yang Ditimbulkan dari Urbanisasi yang Berpengaruh Terhadap Masyarakat, Penduduk, Serta Kebudayaan
1.3       Tujuan Penulis
Berdasarkan  latar belakang yang menjadi alasan penulis membuat karya ilmiah ini, penulis membuat karya ilmiah ini dengan tujuan untuk            :
1.      Memberi tahukan pembaca mengenai pesebaran penduduk yang tidak merata yang sangat berdampak pada masyarakat, penduduk, serta kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya di Ibu Kota yakni DKI Jakarta.
2.      Penulis ingin mengajak pembaca untuk tidak melakukan perpindahan dari desa ke kota guna kepentingan pribadi sehingga pembaca dapat mengerti dampak dari perpindahan tersebut yang dapat disebut dengn urbanisasi.
3.      Untuk melengkapi tugas dari mata kuliah Ilmu Sosial.
Metode Penelitian
Dalam membuat karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode studi pustaka.Penulis mempelajari dari buku referensi serta internet yang sesuai dengan permasalahan yang penulis bahas dalam karya ilmiah ini
            Penulis juga menggunakan metode penelitian, yakni dengan cara membandingkan perbedaan dari tahun tahun sebelumnya hingga sekarang yang sangat terasa sekali dampaknya bagi penulis dan penduduk DKI Jakarta.





           









BAB II

PEMBAHASAN

A.        Definisi Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan
1.      Pengertian
Penduduk adalah sekumpulan atau sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah dan terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dimana aturan-aturan tersebut harus dilaksanakan atau dipatuhi.
Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, yang menempati wilayah tertentu, dan mempunyai kebudayaan sama yang dilakukan sebagian besar masyarakat dengan kegiatan di dalam kelompok (sekumpulan manusia tersebut).
Kebudayaan berasal dari kata “buddhayah” yang berarti semua hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan juga berasal dari kata “culture”, yang berasal dari kata Latin“Colere”, yang berarti mengolah atau mengerjakan. Dan secara garis besar kebudayaan dapat diartikan sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, dan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

2.      Keterkaitan Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan
Dari pengertian kata-kata diatas yaitu penduduk, masyarakat, dan kebudayaan, dapat kita lihat bahwa ketiga kata tersebut saling memiliki keterkaitan satu sama lainnya. Jika hanya ada penduduk dan masyarakat saja disebuah wilayah tanpa ada kebudayaan, pasti akan terasa hampa dan monoton, karena kebudayaan itu bagaikan sebuah seni yang akan menghiasi kehidupan kita, begitu pun sebaliknya apabila hanya ada kebudayaan saja. Lebih kompleksnya seperti ini :
Hubungan penduduk dengan kebudayaan
•         Yang pada akhirnya terdapat konsepsi tentang kebudayaan manusia yang memberi gambaran bahwa hanya manusia saja yang mampu berkebudayaan/menghasilkan kebudayaan dan sebaliknya tak ada kebudayaan tanpa manusia.
Hubungan masyarakat dengan kebudayaan
•         Masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan manusia karena hanya manusia yang hidup bermasyarakat dimana orang bermasyarakat akan timbul kebudayaan manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan kesatuan utuh karena dari 3 unsur inilah kehiduap sosial berlangsung.        
B.        Permasalahan Penduduk
Orang yang pertama mengemukakan teori mengenai penduduk ialah Thomas Robert Malthus. Dalam edisi pertamanya “Essay Population “ tahun1798. Malthus mengemukakan adanya dua persoalan pokok, yaitu bahwa bahan makanan adalah penting utnuk kehidupan manusia dan nafsu manusia tidak dapat ditahan. Bertitik tolak dari hal itu teori Malthus yang sangat terkenal yaitu bahwa berlipat gandanya penduduk itu menurut deret ukur, sedangkan berlipat gandanya bahan makanan menurut deret hitung, sehingga pada suatu saat akan timbul persoalan-persoalan yang berhubungan dengan penduduk.
Tidak lama setelah Malthus mengemukakan pendapatnya, timbullah kemudian bermacam-macam teori/pandangan sebagai kritis atau sebagai perbandingan atas teori Malthus, misalnya saja pandangan yang mengemukakan bahwa pertambahan penduduk itu merupakan hasil (resulta) dari keadaan sosial termasuk ekonomi, dimana orang saling berhubungan dan terkenal sebagai teori sosial tentang pertambahan penduduk. Disamping itu ada juga yang berpendapat bahwa manusia itu dalam kehidupannya terkait dengan alam atau daerah dimana mereka hidup. Oleh karena itu penduduk dunia itu bertambah karena kelahiran lebih besar dari kematian, sehingga tingkat kelahiran lebih besar dari tingkat kematian. Ini disebabkan karena manusia sebagai mahluk hidup akan selalu berusaha agarmempunyai keturunan dan memperjuangkan hidupnya untuk dapat hidup panjang (berumur panjang) dan ini sering dikenal dengan teori alam tentang pertumbuhan penduduk.
Di Indonesia, pertumbuhan penduduk sangatlah tinggi. Menurut publikasi BPS pada bulan Agustus 2010, jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil sensus ini adalah sebanyak 237.556.363 orang, yang terdiri dari 119.507.580laki-laki dan 118.048.783 perempuan. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,49 persen per tahun. Penduduk Indonesia tahun 2013 diperkirakan mencapai sekitar 392 juta orang. Jumlah ini berdasar asumsi bahwa pertambahan penduduk sebesar 1,49% per tahun. Hasil Sensus Penduduk 2010 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia sekitar 237,6 juta orang.
Dengan jumlah pertumbuhan penduduk yang sangat besar, otomatis kebutuhan penduduk pun semakin tinggi. Bagi setiap keluarga sangat diperlukan pekerjaan agar dapat menghidupi keluarganya. Akan tetapi mereka melakukan dengan cara yang kurang efektif dan dapat menimbulkan dampak yang sangat besar bagi penduduk lain.
Banyak yang melakukan Urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk menghidupi keluarganya, mereka berasumsi bahwa di Ibu Kota peluang pekerjaan sangat besar serta gaji yang besar. Dan kenyataannya pun mereka harus banting tulang untuk menghidupi keluarga di Ibu kota karena biaya hidup di Ibu kota jauh lebih besar dibanding di desa.
C.        Unsur Kebudayaan
 Unsur kebudayaan besar (cultural universal) dikemukakan oleh C. Kluckhon ada 7, yaitu :
1.      Sistem religius (homo religius)
Merupakan produk manusia sebagai homo religius. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur tanggap bahwa diatas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut sehingga menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
2.      Sistem organisasi kemasyarakatan (homo socius)
Merupakan prodak manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah namun memiliki akal maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3.       Sistem pengetahuan (homo safiens)
Merupakan prodak manusia sebagai homo safiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri maupun dari orang lain.
4.       Sistem mata pencaharian hidup dan system ekonomi (homo ekonomicus)
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus, yaitu menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
5.       Sistem peralatan hidup dan tehnologi (homo faber)
Merupakan produk manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas dan dibantu dengan tangannya manusia dapat membuat dan mempergunakan alat, dengan alat-alat ciptaannya itulah manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya .
6.       Sistem bahasa (homo longuens)
Merupakan produk manusia sebagai homo longuens. Wujud Kebudayaan Prof. Dr. Koentjoroningrat menguraikan tentang wujud kebudayaan menjadi 3 macam yaitu:
a.       Wujud kebudayaan sebagai kompleks dari  ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
b.      Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat
c.       Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.                                                                                                        
Wujud pertama adalah wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, tidak dapat diraba dan difoto. Letaknya dalam alam pikiran manusia. Sekarang kebudayaan ideal ini banyak tersimpan dalam arsip kartu komputer, pita komputer, dan sebagainya. Ide-ide dan gagasan manusia ini banyak yang hidup dalam masyarakat dan memberi jiwa kepada masyarakat. Gagasan-gagasan itu tidak terlepas satu sama lain melainkan saling berkaitan menjadi suatu sistem, disebut sistem budaya atau cultural, yang dalam bahasa  Indonesia disebut adat istiadat.
Wujud kedua adalah yang disebut sistem sosial atau sosial sistem, yaitu mengenai tindakan berpola  manusia itu sendiri. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi satu dengan lainnya dari waktu ke waktu, yang selalu menurut pola tertentu. Sistem sosial ini bersifat konkrit sehingga bisa diobservasi, difoto dan didokumentir.
Wujud ketiga adalah yang disebut kebudayaan fisik, yaitu seluruh hasil fisik  karya manusia dalam masyarakat. Sifatnya sangat konkrit berupa benda-benda yang bisa diraba, difoto dan dilihat. Ketiga wujud kebudayaan tersebut di atas dalam kehidupan ideal dan adat-istiadat mengatur dan mengarahkan tindakan  manusia baik gagasan, tindakan dan karya manusia, menghasilkan benda-benda kebudayaan secara fisik. Sebaliknya kebudayaan fisik membentuk lingkungan hidup tertentu yang makin menjauhkan mansia dari lingkungan alamnya sehingga bisa mempengaruhi pola berpikir dan berbuatnya.
Adapun unsur kebudayaan yang bersifat universal yang dapat kita sebut sebagai isi pokok tiap kebudayaan di dunia ini, ialah:
1.      Peralatan dan perlengkapan hidup manusia sehari-hari misalnya; pakaian, perumahan, alat rumah tangga, senjata dan sebagainya.
2.      Sistem mata pencaharian dan sistem ekonomi. Misalnya; pertanian perternakan, sistem produksi
3.      Sistem kemasyarakatan, misalnya kekerabatan, sistem perkawinan, sistem warisan
4.      Bahasa sebagai media komunikasi, baik lisan maupun tertulis
5.      Ilmu pengetahuan
6.      Kesenian, misalnya seni suara, seni rupa, seni gerak
7.      Sistem religi.
Masing-masing unsur kebudayaan universal ini pasti  menjelma dalam ketiga wujud budaya tersebut di atas, yaitu wujud sistem budaya, sistem sosial, dan unsur  budaya fisik.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebudayaan
Kebudayaan adalah hasil ciptaan manusia yang hidup dalam masyarakat. Dari hidup bermasyarakat itulah maka timbullah kebudayaan. Hanya saja karena manusia yang hidup bermasyarakat itu terpencar-pencar di segala penjuru dunia, maka kebudayaan yang ditimbulkan juga bermacam-macam pula.
Misalnya; semua bangsa menginginkan pakaian, rumah dan makanan. Tetapi pakaian, rumah dan makanan yang diinginkannya itu bagaimana bentuknya, masing-masing bangsa berbeda-beda.
Contoh; pakaian nasional bangsa Eropa berbeda dengan pakaian bangsa Arab, dan berbeda pula dengan bentuk pakaian bangsa Indonesia. Begitu pula bentuk rumah dan jenis makanan.
faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pembentukan kebudayaan itu?
Jelas ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu:
·         Faktor alam (lingkungan geografis)
Yang dimaksud faktor alam atau lingkungan geografis adalah faktor letak tata bumi, termasuk iklim, alam fisis seperti kayu, batu dan sebagainya. Faktor alam ini umumnya mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembentukan suatu kebudayaan. Pengaruh Islam ini tidak saja nampak pada kebudayaan kebendaan, tetapi juga pada kebudayaan kerohanian.
Misalnya;
Bangsa-bangsa di daerah sekitar kutub utara, berhubungan keadaan alamnya, mereka makan lemak, atau beruang es. Pakaian mereka dibuat dari kulit binatang dan tebal-tebal. Rumah-rumah dibentuk dari es. Demikian pula kepercayaan, perkawinan, kehidupan keluarga, semuanya disesuaiakn dengan alam sekelilingnya.
Sedang bangsa-bangsa di daerah tropic, mereka makan daging, sayur-sayuran dan hasil bumi. Alat-alat dibuat dari batu, kayu, besi dan lain-lain. Pakaian mereka tipis. Rumah-rumah mereka dibuat dari kayu, bambu besi, batu dan lain-lain. Demikian pula kehidupan keluarga, kepercayaan, perkawinan, upacara-upacara
Jelaslah kiranya, bahwa makan, pakaian dan hasil-hasil bumi lainnya yang terdapat pada bangsa-bangsa di daerah kutub berlainan sekali dengan di daerah tropic, dan juga dipadang pasir, dan seterusnya. Kepandaian membuat rumah dari kayu tentu terdapat pada daerah yang banyak kayu. Kepandaian berburu terdapat pada daerah yang banyak binatangnya. Begitu seterusnya.
jadi kebudayaan yang merupakan hasil ciptaan manusia yang hidup dalam masyarakat, ini mempunyai banyak unsur-unsur dalam kehidupan dan selalu mengalami perubahan dan perkembangan dari jaman ke jaman dan di tempat-tempat yang berbeda. Semua itu tentu di pengaruhi oleh perkembangan hidup manusia yang juga selalu berubah-ubah, karna manusia mempunyai hubungan yang erat bahkan tidak bisa di pisahkan dengan kebudayaan. Mnusia menciptakan kebudayaan, dan kebudayaan mengatur manusia agar hidup mereka lebih damai dan tenteram.

D.        Permasalahan dari Penduduk, Masyarakat,dan Kebudayaan
            Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Urbanisasi ini berawal dari persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota yang akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi ini dapat meningkatkan kebutuhan kita.
Untuk melengkapi kebutuhan keluarga, dibutuhkan juga perekonomian yang baik. Banyak orang dari desa yang berasumsi bahwa dengan pindah ke Ibukota, mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dengan upah yang besar. Tanpa mereka sadari, biaya hidup di Ibukota pun terbilang tinggi dibandingkan di desa. Padahal, negara pun sangat membutuhkan orang desa untuk berkerja di bidang agribisnis untuk kebutuhan penduduk negara.
Karena banyak nya masyarakat desa yang pindah ke kota, para pekerja dibidang agribisnis ini pun berkurang dan tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok atau pangan para penduduk negara Indonesia. Yang akhirnya menimbulkan ketidakstabilan harga pangan. Serta tenaga kerja yang kurang untuk melakukan kegiatan tersebut.
Lain halnya permasalahan yang terjadi di Ibukota, penduduk di Ibukota pun ikut meningkat dan lahan untuk tempat bermukim pun semakin terbatas. Belum lagi di tambahnya juga dengn volume kendaraan yang ada di DKI Jakarta. Ini adalah salah satu permasalahan besar yang terjadi di Ibukota hingga saat ini.

E.        Faktor Penyebab Urbanisasi
                        Faktor faktor yang menyebabkan urbanisasi adalah sebagai berikut :
a)       Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
1.     Kehidupan kota yang lebih modern
2.     Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
3.     Banyak lapangan pekerjaan di kota
4.     Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
b)      Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi

1.      perekonomian keluarga ( masyarakat desa ) yang tidak stabil.
2.     Lahan pertanian semakin sempit
3.     Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
4.     Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
5.     Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
6.     Diusir dari desa asal
7.     Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

F.   Dampak yang Ditimbulkan dari Urbanisasi yang Berpengaruh Terhadap Masyarakat,  Penduduk, Serta Kebudayaan
           Dampak yang dapat ditimbulkan dari urbanisasi tersebut untuk Negara Indonesia dan khususnya untuk Ibukotanya yaitu DKI Jakarta adalah terbentuknya  suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota yang menyebabkan Ibukota terlihat kumuh.
Akibat dari pemukiman baru dipinggiran Ibukota tersebut berawal dari masalah perumahan yang sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan serta lingkungan hidup yang tidak sehat, dan menyebabkan tingkat kerawanan dan kriminalitas semakin tinggi.
Di karenakan lapangan pekerjaan yang menjadi kecil akibat jumlah penduduk di Ibukota yang meningkat, ikut juga meningkatnya tuna karya atau orang-orang yang tidak mempuyai pekerjaan tetap, menjadi dampak dari urbanisasi. Semakin lama otomatis tingkat pengangguran di Ibukota menjadi meningkat.  
            Inilah dampak dampak dari urbanisasi yang sangat jelas dan nampak dimata kita semua yang sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat, penduduk sekitar, serta norma norma kebudayaan.

           


















BAB III

PENUTUP
3.1              Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa permasalahan yang terjadi mencakup bidang penduduk, masyarakat, dan kebudayaan sekaligus yang paling umum ialah masalah urbanisasi. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk ke kota.
Biasanya faktor yang mempengaruhi penduduk desa untuk pindah ke kota ialah untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Namun mereka tidak memikirkan dampak dampak yang akan terjadi pada masyarakat kota serta kebudayaan kebudayaan yang ada di tempat yang baru itu.
Dampak yang terjadi akibat urbanisasi ialah sebagai berikut :
1.     Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
2.     Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
3.     Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
4.     Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal
Dampak-dampak tersebut ikut merusak kebudayaan yang ada dengan tingkat kriminal itas dan kerawanan sosial yang tinggi. Serta berdampak bagi masyarakat, karena akan ikut meningkatnya juga tingkat pengangguran yang disebabkan mengecilnya lowongan pekerjaan.

3.2              Saran

Menurut saya, permasalah urbanisasi dapat di cegah dengan cara pemerintah memberi jaminan kehidupan yang baik bagi warga desa agar mereka merasa terpenuhi tanpa harus melakukan urbanisasi atau perpindahan ke kota yang hanya membuat kota menjadi padat serta membawa dampak dampak yang buruk bagi kebudayaan kota.
Pemerintah dapat memberikan jaminan kehidupan yang baik dengan cara membuka lapangan pekerjaan di desa dengan standar gaji yang rasional. Agar kehidupan penduduk desa tidak tergantung dengan kota. Dengan dibikinnya sistem standar gaji atau biasa disebut dengan UMR yang diperhitungkan cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok untuk berlangsungnya hidup, maka masyarakat desa pun akan membatalkan niat untuk melakukan urbanisasi tersebut.
Serta di tingkatkan fasilitas pendukung, guna untuk mendukung kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan pembangunan perekonomian desa. Bisa juga dengan cara mengadakan pelatihan pelatihan untuk meningkatkan kreativitas penduduk desa agar dapat memanfaatkan lahan lahan di desa sebagai sumber uang yang maksimal, serta dengan diciptakannya desa desa menjadi salah satu sumber untuk menghasilkan kebuthan pokok bagi masyarakat seperti beras, sayur-sayuran dan lainnya agar negara pun tidak perlu mengimpor lagi, dan di usahakan agar indonesia bisa mengekspor kebutuhan kebutuhan pokok tersebut.
Jadi, dari hal ini pemerintah pun juga akan mendapatkan timbal balik yang positif yaitu dapat menghasilkan pendapatan negara, mengurangi tingkat pertumbuhan penduduk di kota serta dapat meratakan persebaran penduduk, mengurangi dampak negatif akibat urbanisasi.
Dengan tindakan pemerintah sebagai berikut, penduduk desa pun enggan untuk pindah ke kota, karena sudah merasa tercukupi kebutuhannya di daerah asal mereka.


3.3              Daftar Pusaka / Sumber

Katuuk , Neltje F, Harwatiyoko. 1997. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta : Gunadarma




















No comments:

Post a Comment