-->

Thursday, March 19, 2015

fahmi
Founder dari maximize.id

Artikel Deduktif

Masalah pengangguran

Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Seseorang yang tidak bekerja, tetapi tidak secara efektif mencari pekerjaan tidak tergolong sebagai penganggur. Sebagai contoh, ibu rumah tangga yang tidak ingin bekerja karena ingin mengurus keluarganya tidak tergolong sebagai penganggur. Seorang anak keluarga kaya yang tidak mau bekerja karena gajinya lebih rendah dari yang diinginkannya juga tidak tergolong sebagai penganggur. Ibu rumah tangga dan anak orang kaya tersebut dinamakan penganggur sukarela.
Faktor utama yang menimbulkan pengangguran adalah kekurangan pengeluaran agregat. Para pengusaha memproduksi barang dan jasa dengan maksud untuk mencari keuntungan. Keuntungan tersebut hanya akan dapat diperoleh apabila para pengusaha dapat menjual barang yang mereka produksikan. Semakin besar permintaan, semakin banyak barang dan jasa yang akan mereka wujudkan. Kenaikan produksi yang dilakukan akan menambah penggunaan tenaga kerja. Dengan demikian terdapat perhubungan yang erat di antara tingkat pendapatan nasional yang dicapai dengan penggunaan tenaga kerja yang dilakukan. Semakin tinggi pendapatan nasional, semakin banyak penggunaan tenaga kerja dalam perekonomian.
Ditinjau dari sudut individu, pengangguran menimbulkan berbagai masalah ekonomi dan sosial kepada yang mengalaminya. Ketiadaan pendapatan menyebabkan para penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya. Disamping itu ia dapat mengganggu taraf kesehatan keluarga. Pengangguran yang berkepanjangan menimbulkan efek psikologis yang buruk ke atas diri penganggur dan keluarganya.
            Apabila keadaan pengangguran di suatu negara adalah sangat buruk, kekacauan politik dan sosial selalu berlaku dan menimbulkan efek yang buruk kepada kesejahteraan masyarakat dan prospek pembangunan ekonomi dalam jangka panjang.


Analisis

Paragraf 1

Kalimat Umum                        : 
Yang tidak tergolong pengangguran

Kalimat Khusus                       :
ibu rumah tangga yang tidak ingin bekerja karena ingin mengurus 
keluarganya tidak tergolong sebagai penganggur. Seorang anak keluarga kaya yang tidak mau bekerja karena gajinya lebih rendah dari yang diinginkannya juga tidak tergolong sebagai penganggur.

Paragraf 2

Kalimat Umum                        : 
Faktor utama yang menimbulkan pengangguran adalah kekurangan pengeluaran agregat

Kalimat Khusus                      : 
Keuntungan tersebut hanya akan dapat diperoleh apabila para pengusaha dapat menjual barang yang mereka produksikan. Semakin besar permintaan, semakin banyak barang dan jasa yang akan mereka wujudkan. Kenaikan produksi yang dilakukan akan menambah penggunaan tenaga kerja

Paragraf 3

Kalimat Umum                        :
pengangguran menimbulkan berbagai masalah ekonomi dan sosial

Kalimat Khusus                       : 
Ketiadaan pendapatan menyebabkan para penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya. Disamping itu ia dapat mengganggu taraf kesehatan keluarga. Pengangguran yang berkepanjangan menimbulkan efek psikologis yang buruk ke atas diri penganggur dan keluarganya.

Paragraf 4

Kalimat Umum                        : 
kemungkinan keadaan pengangguran di suatu Negara buruk

Kalimat Khusus                       : 
kekacauan politik dan sosial selalu berlaku dan menimbulkan efek yang buruk kepada kesejahteraan masyarakat dan prospek pembangunan ekonomi dalam jangka panjang.




Paragraf deduktif

Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian!
Jangan mau seumur hidup jadi orang gajian. Ya, pernyataan ini pastinya akan membuat anda bingung apa maksudnya. Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan apa maksud dari judul di atas.
Memilih satu profesi antara jadi karyawan atau pengusaha mungkin menjadi pilihan yang cukup sulit bagi anda. Meskipun demikian, jika kita amati keuntungan masing-masing profesi antara jadi karyawan dan jadi pengusaha, sebenarnya menjadi pengusaha lebih memberikan peluang untuk mencapai suatu sukses. Kesuksesan menjadi pengusaha akan memberikan peluang bagi anda untuk bisa mencapai kesuksesan yang tanpa batas. Bandingkan saja jika anda menjadi seorang karyawan, penghasilan anda mungkin hanya akan sebatas segitu saja selama anda masih bisa bekerja.
Tapi jika anda sudah tidak produktif lagi maka anda pastinya harus segera berhenti dari pekerjaan tersebut. Masih bagus jika anda mendapatkan uang pensiun dari tempat anda bekerja, tapi jika tidak maka anda masih harus bersusah payah lagi untuk bisa bertahan hidup dalam usia yang sudah lanjut. Peluang menjadi orang yang lebih sejahtera bagi para pengusaha memang terbuka lebih luas jika dibandingkan dengan karyawan. Hanya saja untuk bisa menjadi orang yang berhasil menjadi pengusaha, pastinya ada usaha keras yang harus anda lakukan. Banyak dari pemikiran berberapa karyawan yang enggan untuk mencoba terlebih dahulu menjadi pengusaha kecil kecilan. Kebanyakan dari mereka berpikiran bahwa dia sekarang berada di posisi yang tinggi dengan pendapatan tetap yang cukup besar. Dengan sekian lama menabung, mereka merasa seperti berspekulasi untuk memulai  menjadi pengusaha yang akan membutuhkan dana yang besar. Dan dengan kondisi tersebut, mereka akan tetap menjadi orang yang memakan gajian. Mereka beranggapan uang yang ditabung selama ia kerja akan cukup untuk memenuhi kebutuhan dimasa yang akan datang. Itu merupakan alasan utama bagi karyawan untuk tetap menjadi orang gajian.
Lalu menjadi pengusaha di jaman sekarang ini bukan satu usaha mudah, tapi harus siap untuk bersaing dengan para pebisnis lain. Semakin banyaknya jumlah pebisnis pastinya juga akan memberikan tantangan yang lebih besar bagi anda untuk terus berinovasi dan melakukan yang terbaik untuk usaha yang anda pilih. Jika melihat peluang sukses bagi profesi pengusaha, berprofesi sebagai karyawan memang memiliki ruang gerak yang lebih sempit. Itulah sebabnya, menjadi karyawan bisa membatasi ruang gerak dalam berinovasi, berkreasi, berimplementasi dan yang lainnya karena kontrol perusahaan akan dipegang oleh bos yang memimpin perusahaan. Meskipun sebagai karyawan anda bisa mendapatkan gaji tetap setiap bulannya tanpa harus pusing dengan kondisi perusahaan. Tetapi apabila perusahaan tempat kita bekerja mengalami bangkrut, kita tidak memiliki pekerjaan. Seandainya kita mencoba melamar, kecil kemungkinan kita akan mendapatkan yang lebih dari perusahaan sebelumnya. Menjadi pengusaha, kita tidak perlu takut untuk tidak rugi. Apabila perusahaan kita maju dan sukses, kita akan mendapatkan hasil yang jauh lebih besar dan kemudian dapat menginvestasikan uangnya di tempat lain.
Tetapi untuk menjadi pengusaha berarti anda siap untuk mengambil resiko. Tapi, justru dalam kondisi inilah masa-masa perjuangan bagi seorang pengusaha. Bagi pengusaha yang berani gagal dan selalu siap untuk bagkit lagi, maka dia akan bisa mencapai cita-cita menjadi seorang pengusaha yang sukses. Bagi pengusaha pemula, memang tidak jarang berakhir dengan kegagalan. Tapi, ketika seorang pengusaha tersebut mau untuk bangkit dan belajar dari kesalahan di masa lalu maka pastinya kesuksesan akan bisa dicapai. Dengan menjadi bos di perusahaan sendiri, anda akan bebas untuk berkreasi banyak hal yang sesuai dengan kemampuan anda. Bagimanapun juga seorang pengusaha memang harus berfikir lebih keras jika dibandingkan dengan karyawan, tapi pastinya usaha yang sungguh-sungguh tadi tidak mustahil akan memberikan keuntungan yang jauh lebih besar dari pada gaji seorang karyawan.
Banyak hal yang lebih fleksibel dengan berprofesi menjadi pengusaha, salah satu diantaranya adalah waktu. Dengan menjadi bos di perusahaan anda sendiri, pastinya anda bisa kapan saja datang ke kantor. Meskipun demikian, anda tetap harus memperhatikan banyak hal yang memang diperlukan untuk mengembangkan bisnis anda. Kentungan lain menjadi bos di tempat anda sendiri adalah anda bisa memegang kendali sepenuhnya manajemen perusahaan anda sendiri. Di sini, anda bisa mengimplementasikan banyak ilmu pengetahuan yang anda miliki untuk memajukan usaha. Dengan melihat keuntungan menjadi pengusaha, maka pernyataan dari “ jangan mau seumur hidup menjadi orang gajian “ sudah bisa anda pikirkan lagi bukan ?


Soal Penalaran Deduktif

1.         My : Penyakit yang disebabkan oleh virus sulit diobati.
            Mn : Deman berdarah disebabkan oleh virus.
            K    : Demam berdarah penyakit yang sulit diobati
            E    : Demam berdarah penyakit yang sulit diobati, karena disebabkan oleh virus

2.        My : Semua petani yang baik adalah petani yang menggarap sawahnya setiap tahun.
            Mn : Paijo menggarap tanah pertaniannya setiap tahun.
            K   : Paijo adalah petani yang baik
            E   : Paijo adalah petani yang baik, karena ia menggarap tanah pertaniannya setiap tahun

3.         My : Tidak satu pun prajurit TNI menjadi komandan pasukan asing.
            Mn : Piere prajurit TNI
            K   : Piere tidak menjadi komandan pasukan asing
            E   : Piere tidak menjadi komandan pasukan asing, karena ia prajurit TNI

4.         My : Manusia bersifat selalu ingin tahu.
            Mn : Mahasiswa adalah manusia                    
            K   : Mahasiswa selalu ingin tahu
            E   : Mahasiswa selalu ingin tahu, karena Mahasiswa adalah manusia

5.        My : Tidak ada benda cair yang mengalir ke tempat yang lebih tinggi.
            Mn : Batu bukan benda cair.
            K   : batu tidak mengalir ke tempat yang lebih tinggi
            E   : batu tidak mengalir ke tempat yang lebih tinggi, karena batu bukan benda cair




NAMA   : FAHMI
NPM      : 53413068
KELAS  : 2IA13


No comments:

Post a Comment