INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
Disusun oleh :
Nama : Fahmi
NPM : 53413068
Kelas : 1 IA 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang.
Permasalahan sosial sudah tidak asing lagi bagi kita. Betapa banyaknya permasalahan sosial yang telah terjadi di berbagai tempat. Masalah sosial ini mencakup ruang lingkup individu, keluarga serta masyarakat.
Sudah banyak permasalahan yang meliputi hal hal tersebut, salah satu contohnya masalah kemiskinan, kriminalitas, dan lainnya yang menyangkut dengan individu masing masing yang dapat menimbulkan dampak ke sesama individu, kelompok, maupun ke masyarakat.
Berdasarkan permasalahan sosial ini yang sudah kerap terjadi di berbagai tempat, disini penulis akan membahas tentang permasalahan sosial yang mencakup ruang lingkup individu, keluarga, dan masyarakat yang terjadi di berbagai tempat pada umumnya guna memberikan informasi bagi pembaca agar untuk berwaspada serta ikut membantu dalam hal menindaklanjuti masalah tersebut agar tidak mendarah daging.
1.2 Batasan masalah
Didalam pembuatan karya tulis ini, penulis akan membahas mengenai permasalahan sosial yang mencakup ruang lingkup individu, kelompok, dan masyrakat, serta penyebab dan dampak dari permasalahan sosial tersebut. Ada beberapa hal yang akan dibahas oleh penulis, yaitu :
a. Definisi dan keterkaitan individu, keluarga, dan masyarakat.
b. Permasalahan sosial dalam ruang lingkup individu, keluarga, dan masyarakat
c. Faktor penyebab terjadinya permasalahan sosial
d. Dampak yang ditimbulkan dari permasalahan sosial bagi individu, kelompok dan masyarakat
1.3 Tujuan Penulis
Berdasarkan latar belakang yang menjadi alasan penulis membuat karya ilmiah ini, penulis membuat karya ilmiah ini dengan tujuan untuk :
1. Memberi tahukan pembaca mengenai arti permasalahan sosial dalam ruang lingkup individu, keluarga, dan masyarakat.
2. Penulis ingin mengajak pembaca memahami dampak dan akibat dari permasalahan sosial ini agar pembaca dapat menghindari dan ikut membantu mengatasi permasalahan sosial yang dimaksud ini
3. Untuk melengkapi tugas dari mata kuliah Ilmu Sosial.
Metode Penelitian
Dalam membuat karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode studi pustaka.Penulis mempelajari dari buku referensi serta internet yang sesuai dengan permasalahan yang penulis bahas dalam karya ilmiah ini
Penulis juga menggunakan metode penelitian, yakni dengan cara mengamati permasalahan permasalahan sosial yang sering tejadi di berbagai daerah yang dinilai sangat memberikan dampak yang sangat merugikan banyak orang.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi dan keterkaitan Individu, Keluarga dan Masyarakat
1. Individu
Sebagai manusia kita ditakdirkan sebagai mahluk sosial dan mahluk individu dimana saat manusia berperan sebagai mahluk individu memiliki suatu ciri khas / sesuatu yang membedakan kita dengan orang lain dari ciri khas tersebut dapat diketahui pula sifat dan karakteristiknya .
Pada saat manusia berperan sebagai mahluk individu atau perseorangan berarti seseorang tersebut dapat dikatakan hidup atau tinggal bersama individu yang lain dan diartikan juga belum termasuk interaksi sosial dengan atau antar individu disekitarnya . Pada saat seperti ini individu tersebut cenderung mengeluarkan kemampuannya untuk menghadapi masalah yang dimiliki , sehingga tak jarang begitu banyak masalah-masalah baru yang timbul akibat banyaknya pula cara menyelesaikan masalah yang berbeda dari masing-masing individu .
2. Keluarga
Jika kita membahas suatu keluarga maka tentunya yang ada difikiran kita semua merupakan kumpulan dari individu yang memiliki hubungan darah dan memiliki kewajiban dan tanggung jawab antara individu tersebut .
Karena keluarga merupakan kumpulan dari individu berarti dalam kelurga tersebut telah terjalin suatu interaksi sosial dan berarti pula individu berperan sebagai mahluk sosial dimana di dalam hidupnya manusia membutuhkan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri .
Jika dalam pembahasan sebelumnya individu cenderung menyelesaikan masalahnya sendiri jika berperan sebagai mahluk individu lain halnya dengan individu yang berperan sebagai mahluk sosial di dalam lingkungan keluarga karena jika individu telah memiliki kelompok sosial maka ia cenderung melibatkan individu lain di dalam kelompok sosialnya untuk membatunya menyelesaikan masalahnya .
Namun ketika individu berperan sebagai mahluk sosial bukan berarti tanpa masalah justru karena menjadi mahluk sosial maka masalah yang akan dihadapi juga akan semakin banyak dan beragam yang tentunya harus diselesiakan secara kelompok sosial bukan secara individu
3. Masyarakat
Jika individu merupakan perseorangan dan keluarga merupakan kumpulan individu yang memiliki hubungan darah maka masyarakat merupakan kumpulan individu yang menjadi satu baik yang memiliki hubungan darah atau tidak karena menetap disuatu wilayah sehingga terjalin sebuah interaksi sosial didalamnya .
Sudah pernah dibahas dalam pembahasan sebelumnya bahwa dalam hidup bermasyarakat seringkali ditemukan berbagai konflik dan masalah akibat adanya individu yang membetuk kelompok sosial dama masyarakat yang tentunya dapat berdampak buruk kepada negara ini jika tidak ditangani .
4. Hubungan antara individu, keluarga, dan mayarakat.
Dapat kita ambil kesimpulan bahwa kita memulai semuanya dari individu atau dari diri kita sendiri setelah itu terbentuk perkumpulan antar individu yang memiliki hubungan darah atau keluarga dan dari sinilah masing-masing individu membentuk karakter pertama kalinya , setelah itu sebagai mahluk sosial tentu individu memiliki keinginan untuk bersosialisasi dan membentuk sebuah masyarakat yang nebcakup perkumpulan individu yang lebih luas . Dalam hal ini individu , keluarga dan masyarakat memiliki hubungan dimana antar hubungaan tersebut mengalami proses interaksi sosial yang bertahap
B. Permasalahan sosial dalam ruang lingkup individu, keluarga, dan masyarakat
Disini ada berberapa permasalahan sosial yang sering terjadi di berbagai tempat yang mencakup ruang lingkup individu, keluarga, dan masyarakat.
· Individu
Berikut adalah masalah yang muncul dalam ruang lingkup individu :
1. Masalah antara dua orang
Masalah seperti ini mungkin setiap orang pernah mengalaminya , masalah ini sering dipicu karena hal kecil kita ambil contoh seperti ini , mungkin karena masalah yang dihadapi oleh individu A belum selesai sepenuhnya tiba-tiba individu B datang tentu dengan pembawaan yang berbeda sehingga individu A yang merasa bahwa masalahnya belum selesai merasa terusik dan individu B juga merasa demikian sehingga terjadilah kesalah pahaman yang dapat menimbulkan perkelahian .
Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa setiap individu memiliki masalahnya masing-masing dan memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan masalahnya tersebut sehingga dari cara yang berbeda tersebut terkadang dapat membuat individu lain merasa terganggu karena pastinya tiap individu selalu menganggap bahwa cara yang dia lakukan adalah benar .
Jika menyangkut dengan individu berarti menyangkut juga privasi/rahasia pribadi seseorang sehingga untuk mencari solusi dari masalah diatas adalah kesadaran dari masing-masing individu bahwa dalam hidup bermasyarakat diperlukannya rasa tenggang rasa dan gotong royong terhadap sesama sehingga jika seseorang individu melakukan perkelahian,tawuran dan perang di negara ini dapat diakatakan perilaku tersebut adalah perilaku melanggar hukum dan pantas diberikan sanksi sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku di indonesia .
· Keluarga
Berikut adalah masalah yang timbul saat individu berperan sebagai mahluk sosial baik di dalam keluarga dan masyarakat :
1. Masalah Antar Kelompok-kelompok Sosial
a. Masalah Antar Anggota Keluarga
Pada saat seseorang mengalami masalah dengan orang lain dalam keluarga maka ia cenderung akan menceritakan dan meminta bantuan kepada anggota keluarga yang lain untuk meyelesaikan atau minimal memberikan solusi akan masalahnya .
Contoh :
Jika seorang adik memiliki masalah dengan sang kakak maka biasanya sang adik akan sangat terbuka menceritakan maslahnyanya tersebut kepada anggota keluarga yang lain dalam hal ini adalah Ayah , Ibu atau anggota keluarga lainnya untuk sekedar menacrikan solusi yang terbaik agar masalah yang ada tidak berlarut-larut.
b. Tawuran Antar Kelompok Agama
Peristiwa seperti ini sering terjadi dan dapat dilihat dimana-mana khususnya media elektronik seperti televisi yang dengan lugas menampilkan tawuran atau perselisihan antar kelompok agama . Dalam hal ini hendaklah menjadi suatu pembelajaran agar peristiwa seperti ini tidak terulang dan tidak memakan korban yang semakin bertambah .
Di negara kita ini pemerintah memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk menganut agama sesuai keinginannya dan seharusnya sebagai negara yang dikenal dengan prinsip Bhineka Tungal Ika ini mampu mengatasi perbedaan tersebut dengan hati terbuka karena yang seharusnya terjadi adalah antar kelompok agama dapat berjalan berdampingan/harmonis ditengah perbedaan yang ada bukan justru mengkalim bahwa agamanyalah yang benar .
c. Masalah Antara Kelompok Terorganisir dan Kelompok Tidak Terorganisir
Dalam pembahasan ini kita dapat ambil contoh dari demonstrasi yang seringkali menimbulkan konflik antara demonstran dan anggota kepolisian yang mentertibkan proses demonstrasi.
Masalah yang terjadi adalah dipicu karena dari pihak demonstran yang melakukan demonstrasi merasa polisi mengganggu dan menghambat aspirasi mereka untuk sampai kepada seseorang atau instansi yang mereka inginkan sedangkan dari anggota kepolisian karena merasa ia sedang menjalankan tugasnya sehingga ia terkadang mudah terpancing amarahnya karena ulah sang demonstran yang sulit untuk diberikan pengertian sehingga terjadilah kesalah-pahaman antara demonstran dan aggnota kepolisian .
Adapun solusi untuk maslah diatas adalah :
- Hendaknya para demonstran yang melakukan demonstrasi memperhatikan peraturan tentang apa saja yang harus dilakukan pada saat sebelum dan pada saat melakukan aksi demo atau menyampaikan aspirasi mereka , hal ini dimaksudkan untuk terciptanya ketertiban , baik ketertiban lalu lintas maupun ketertiban lingkungan
· Masyarakat
Berikut ini adalah masalah yang seringkali terjadi :
a. Penggusuran tempat dagang dan rumah tanpa IMB dan tanpa SITU ,
Di berbagai media elektronik sering sekali menampilkan penggusuran rumah dan lahan perdagangan tanpa IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan SITU (Surat Izin Tempat Usaha) , masalah yang terjadi adalah konflik antara warga yang mengalami penggusuran dengan pihak yang melakukan penggusuran karena dari pihak warga yang digusur tempat tinggal atau lahan usahanya mengaku sering membayar uang bangunan tiap bulannya kepada seseorang yang tidak diketahui asal-usulnya sedangkan dari phak yang memliki lahan merasa tidak terima jika lahannya dijadikan tempat usaha bagi orang lain .
b. Razia Gelandangan dan Pengamen
Konflik yang terjadi kali ini memang sering disaksikan di berbagai tepat khususnya di kota-kota besar , puncak masalahnya adalah seringkali pengamen,pengemis dan gelandangan ini kejar-kejaran dengan petugas karena merasa tidak pantas ditangkap dan dirazia petugas karena mereka menganggap bahwa mereka hanya mencari nafkah bagi keluarganya dan mereka juga menganggap masyarakat tidak merasa terganggu dengan adanya mereka sedangkan dari pihak petugas merasa mereka hanya menjalankan tugasnya untuk mentertibkan kota .
Dari masalah diatas dapat dicarikan solusi bahwa seharusnya pengamen,pengemis dan gelandangan memiliki jaminan akan kehidupannya dan mereka haruslah mendapatkan tempat hunian yang layak dan selain itu perlu disediakan bagi mereka lapangan kerja yang luas untuk menenkan tingkat kemiskinan , pengangguran dan tindak kriminal di Indonesia .
Masih banyak lagi contoh yang merupakan masalah ketika kita hidup bermasyarakat , contoh diatas merupakan dua contoh dari sekian banyak contoh masalah yang harus segera dicarikan solusinya karena jika tidak akna berdampak buruk bagi kemajuan bangsa ini , ini adalah masalah bersama yang melibatkan rakyat dan pemerintahnya
C. Faktor penyebab terjadinya permasalahan sosial
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
- Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Psikologis : aliran sesat, mental yang buruk, kurangnya siraman rohani dsb
Berikut adalah penjelasan dari faktor faktor permasalahan sosial :
1. Faktor Ekonomi
Faktor ini merupakan faktor terbesar terjadinya masalah sosial. Apalagi setelah terjadinya krisis global PHK mulai terjadi di mana-mana dan bisa memicu tindak kriminal karena orang sudah sulit mencari pekerjaan.
2. Faktor Budaya
Kenakalan remaja menjadi masalah sosial yang sampai saat ini sulit dihilangkan karena remaja sekarang suka mencoba hal-hal baru yang berdampak negatif seperti narkoba, padahal remaja adalah aset terbesar suatu bangsa merekalah yang meneruskan perjuangan yang telah dibangun sejak dahulu.
3. Faktor Psikologis
Aliran sesat sudah banyak terjadi di Indonesia dan meresahkan masyarakat walaupun sudah banyak yang ditangkap dan dibubarkan tapi aliran serupa masih banyak bermunculan di masyarakat sampai saat ini
D. Dampak yang ditimbulkan dari permasalahan sosial bagi individu, kelompok dan masyarakat
Berbagai permasalahan sosial yang terjadi ini akan menimbulkan dampak bagi individu itu sendiri, kelompok, maupun bagi masyarakat lain karena permasalahan sosial ini bersifat menyangkut atau berhubungan satu sama lain. Berikut ada lah dampak dampak yang kita dapat rasakan akibat permasalahan sosial tersebut
Tingkat kriminalitas menjadi tinggi, kelaparan, munculnya berbagai penyakit pada kelompok resiko tinggi seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan orang lanjut usia. Dampak ini diakibatkan oleh kemiskinan.
Dari permasalahan sosial tersebut juga dapat menimbulkan peperangan dan berdampak buruk. Disorganisasi dalam berbagai aspek kemasyarakatan, baik bagi negara yang ke luar sebagai pemenang, apalagi bagi negara yang takluk sebagai si kalah. Apalagi peperangan biasanya perang total, yaitu dimana tidak hanya angkatan bersenjata yang bersangkut, tetapi seluruh lapisan masyarakat, berjatuhnya korban serta penderitaan fisik dan bathin. Ini merupakan dampak dari peperangan
Dampak yang terjadi pada salah satu permasalahan sosial yang merupakan kenakalan remaja, akan merugikan fisik dan mental bagi diri sendiri, membuat resah masyarakat, keberadaan masyarakat tidak dihargai.
Dan masalah ini juga berdampak seperti disorganisasi keluarga. Dampak dari disorganisasi keluarga adalah perceraian dan kenakalan remaja akibat tidak adanya perhatian dan kasih sayang dari orang tua.
Berikut merupakan berbagai dampak yang di akibatkan oleh permasalahan sosial yang sering kita alami. Dampaknya pun akan terasa bagi individu itu sendiri, keluarga, serta masyarakat sekitar.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, kita pahami bahwa masalah sosial adalah suatu gejala abnormal yang sering terjadi dilingkungan masyarakat. Dan memiliki dampak bagi kehidupan masyarakat. Tetapi hal ini bisa diantisipasi dan diatasi apabila kita lebih memahami dan mengenal akan hal-hal dan masyarakat disekitar kita. Masalah sosial ini banyak sekali dampak buruk bagi individu itu sendiri, keluarga dan masyarakat. Permasalahan sosial yang biasa kita temui ialah kemiskinan, peperangan, kenakalan remaja, disorganisasi keluarga, kriminalitas, pengangguran, gembel dan pengemis dan lain lainnya merupakan akibat dari kurangnya pendidikan, siraman rohani, dan serta individu individu yang sangat tidak bertanggung jawab yang telah dipercayakan untuk menjadi pemimpin di suatu daerah namun menyalah gunakan jabatannya untuk memperkaya diri sehingga berdampak bagi banyak orang.
3.2 Saran
Permasalahan sosial ini banyak menimbulkan dampak buruk bagi individu, keluarga, maupun masyarakat. Oleh sebab itu kita sebagai orang yang berakal sehat serta berpendidikan harus ikut membantu menyelesaikan masalah sosial tersebut.
Berikut adalah berbagai cara yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak dalam membantu mengatasi masalah sosial antara lain :
a) Menjadi orang tua asuh bagi anak sekolah yang kurang mampu.
b) Tokoh agama memberikan penyuluhan tentang keimanan dan moral dalam menghadapi persoalan sosial.
c) Para pengusaha dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan lain ikut memberikan beasiswa.
d) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) membantu dalam berbagai bidang dimulai dengan penyuluhan sampai bantuan berupa materi.
e) Lembaga-lembaga dari PBB seperti UNESCO, UNICEF, dan WHO memberikan bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah sosial.
f) Para dermawan yang secara pribadi banyak memberi bantuan kepada masyarakat sekitarnya berupa materi.
g) Organisasi pemuda seperti karang taruna yang mendidik dan mengarahkan para remaja putus sekolah dan pemuda untuk berkarya dan berusaha mengatasi pengangguran.
h) Perguruan tinggi melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan berbagai penyuluhan.
Selain cara-cara tersebut di atas, pemerintah juga menggalakkan berbagai program untuk mengatasi masalah sosial sehingga akan mendapatkan hasil yang efektif, antara lain :
a) Pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS).BOS diberikan kepada siswa-siswa sekolah mulai dari sekolah dasar sampai tingkat SLTA. Tujuannya untuk meringankan biaya pendidikan.
b) Pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT). BLT diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak berpenghasilan sebagai dana kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
c) Pemberian Kartu Askes. Bagi keluarga miskin pemerintah memberikan kartu Askes untuk berobat ke puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk dengan biaya ringan atau gratis.
d) Pemberian Beras Untuk Masyarakat Miskin (Raskin).Pemberian bantuan pangan dari pemerintah berupa beras dengan harga yang sangat murah.
e) Pemberian Sembako.
3.3 Daftar Pusaka / Sumber
Katuuk , Neltje F, Harwatiyoko. 1997. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta : Gunadarma
No comments:
Post a Comment